Jumat, 12 Oktober 2012

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA



LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA
Pengukuran Menggunakan Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup


 























 


Oleh Kelompok :

1.     Anggi Pangesti (07)
2.     Ardi Suseno (09)
3.     Dewi Indriyani (18)
4.     Dwi Ari Fitriyaningrum (21)
5.     Farida (26)
     Kelas : X TKJ 1

SMK N 1 BANTUL
TAHUN AJARAN 2012/2013
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pernahkah anda pergi ke pasar dan melihat pedagang menukar atau menimbang buah-buahan ? Amati juga ketika seorang tukang bangunan mengukur panjang kayu dan besi ! Dengan alat apa pengkuran itu dilakukan ? Tahukah anda fungsi pengukuran ?
Pengukuran sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Alat ukur yang digunakan bermacam-macam, seperti untuk mengukur panjang menggunakan penggaris, massa menggunakan neraca, waktu menggunakan stopwatch, suhu menggunakan termometer, dan sebagainya.
Pengukuran yang saya lakukan disekolah bersama teman-teman, sebagai tugas praktikum merupakan pengukuran besaran panjang. Praktikum yang kami lakukan pada hari Jum’at, 28 September 2012 menggunakan alat Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup.

B.     Tujuan Praktikum
Mampu mengukur panjang atau ketebalan suatu benda menggunakan Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup.

C.     Manfaat Praktikum
Ø  Memahami arti pengukuran
Ø  Memahami ketelitian dan ketepatan pengukuran









BAB II
KAJIAN TEORI

1.      Pengukuran didefinisikan sebagai proses membandingkan suatu besaran dengan besaran lain (sejenis) yang dipakai sebagai satuan.
2.      Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka atau nilai dan memiliki satuan.
3.      Satuan yaitu pembanding didalam pengukuran.
4.      Jangka Sorong mempunyai skala utama, dan skala nonius.
5.      Mikrometer Sekrup mempunyai skala tetap/utama, dan skala putar/nonius.
6.      Jangka Sorong yang kami gunakan memiliki nilai skala terkecil 0,002 cm, sedangkan Mikrometer Sekrup 0,01 mm.


A.    Alat dan Bahan
1.      Mikromete Sekrup
2.      Jangka Sorong
3.      Koin Rp. 500 dan Rp 200
4.      Tutup Botol
B.     Langkah Kerja
1.      Ukurlah panjang, diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman tutp botol dengan menggunakan Jangka Sorong. Kemudian hitung nilai skala terkecilnya dan catat hasilnya pada tabel percobaan.
2.      Ukur ketebalan koin Rp. 500 dan Rp. 200 dengan menggunakan Mikrometer Sekrup.










BAB III
DATA DAN ANALISI DATA
A.    Data
Tabel percobaan
Hasil Pengukuran
Tutup Botol
Ketebalan Koin
Kedalaman
Diameter Dalam
Diameter Luar
Rp. 200
Rp. 500
Skala Utama
2,2 cm
1,5 cm
1,8 cm
1,5 mm
2,0 mm
Skala Nonius
0,004 cm
0,1016 cm
0,0106 cm
0,25 mm
0,07 mm
Total Panjang (Xo)
2,204 cm
1,6016 cm
1,8106 cm
1,75 mm
2,07 mm
Nilai Skala Terkecil
0,002 cm
0,002 cm
0,002 cm
0,01 mm
0,01 mm
Dx =  x Nilai Skala Terkecil
0,001 cm
0,001 cm
0,001 cm
0,005 mm
0,005 mm
Skala Relatif =  x 100%
0,04537 %
0,06244%
0,05523%
0,28571%
0,24155%
Hasil Pengukuran Tunggal
Maks.
2,205 cm
1,6026 cm
1,8116 cm
1,755 mm
2,075 mm
Min.
2,203 cm
1,6006 cm
1,8096 cm
1,745 mm
2,065 mm

B.     Analisi Data

v  Skala Nonius
       Kedalaman Tutup Botol  2 x 0,002 cm = 0,004 cm
       Diameter Dalam Tutup Botol  50,8 x 0,002 cm = 0,1016 cm
       Diameter Luar Tutup Botol  5,3 x 0,002 cm = 0,0106 cm
       Ketebalan Koin Rp. 200  25 x 0,01 mm = 0,25 mm
       Ketebalan Koin Rp. 500  7 x 0,01 mm = 0,07 mm

v  Ketidakpastian Pengukuran Tunggal
Dx =  Nilai Skala Terkecil
       Tutup Botol, Jangka Sorong
Dx =  x 0,002 cm = 0,001 cm
       Ketebalan Koin, Mikrometer Sekrup
Dx =  x 0,01 mm = 0,005 mm

v  Kesalahan Relatif
 x 100%
       Kedalaman Tutup Botol   x 100% = 0,04537%
       Diameter Dalam Tutup Botol   x 100% = 0,06244%
       Diameter Luar Tutup Botol   x 100% = 0,05523%
       Ketebalan Koin Rp. 200  x 100% = 0,28571%
       Ketebalan Koin Rp. 500   x 100% = 0,24155%

v  Hasil Pengukuran Tunggal
X = Xo ± Dx
       Kedalaman Tutup Botol
Min = 2,204 cm – 0,001 cm = 2,203 cm
Maks. = 2,204 + 0,001 cm = 2,205 cm
X = 2,203 cm
 2,205 cm
       Diameter Dalam Tutup Botol
Min = 1,6016 cm - 0,001 cm = 1,6006 cm
Maks. = 1,6016 cm + 0,001 cm = 1,6026 cm
X = 1,6006 cm
 1,6026 cm
       Diameter Luar Tutup Botol
Min = 1,8106 cm – 0,001 cm = 1,8096 cm
Maks. = 1,8106 cm + 0,001 cm = 1,8116 cm
X = 1,8096 cm
 1,8116 cm

       Ketebalan Koin Rp. 200
Min = 1,75 mm – 0,005 mm = 1,745 mm
Maks. = 1,75 mm + 0,005 mm = 1,755 mm
X = 1,745 mm
 1,755 mm
       Ketebalan Koin Rp. 500
Min = 2,07 mm – 0,005 mm = 2,065 mm
Maks. =  2,07 mm + 0,005 mm = 2,075 mm
X = 2,065 mm
 2,075 mm





BAB IV
PEMBAHASAAN

Ø  Segala benda tidak dapat diukur dengan kedua alat tersebut, karena Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup, hanya digunakan untuk mengukur benda yangtergolong kecil. Sedangkan untuk mengukur benda-benda besar, biasanya digunakan mistar atau rollmeter.

Ø  Pengukuran yang memiliki ketelitian paling tinggi adalah pengukuran dengan menggunakan alat Mikrometer Sekrup, karena ketelitiannya mencapai 0,01 mm.


Ø  Sedangkan, alat yang memiliki kesalahan paling tinggi adalah mistar, karena hanya memiliki ketelitian 0,1 cm.















BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari praktikum yang telah kami lakukan, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
·         Bahwa, setiap pengukuran memiliki tingkat ketelitian sesuai alat ukurnya.
·         Semakin tinggi tingkat ketelitiannya, maka semakin tinggi pula kebenarannya.

B.     Kritik dan Saran
Sebaiknya dalam mengukur benda menggunakan kedua alat ukur, melihat dengan tegak lurus, agar hasilnya benar.





Posted by hyejin131407. blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar